Minggu, 27 Januari 2013

sumber arus listrik


Sumber Arus Listrik 

I. Elemen Primer: tidak dapat digunakan terus

A. Elemen Volta:

1. Penemu: Alessandro Volta (1745-1827)
2. Elektroda positif (kutub positif/ anoda) : lempeng tembaga ( Cu ).
3. Elektroda negatif (kutub negatif/katoda): lempeng seng ( Zn )
4. Larutan Elektrolit (penghantar arus listrik): Asam Sulfat (H2SO4)
5. Arus Listrik: dari tembaga menuju seng
6. Arus Elektron: dari seng menuju tembaga
7. Kelemahan: terjadi polarisasi,  menempelnya gelembung gas pada tembaga.
8. Beda Potensial yang dihasilkan: 1 volt.



B. Elemen Leclanche

1. Penemu: Leclanche
2. Elektroda Positif : batang karbon ( C )
3. Elektroda negatif : seng ( Zn )
4. Larutan Elektrolit: Amonium Klorida ( NH4Cl )
5. Arus Listrik: dari karbon menuju seng
6. Depolarisator (menghindari polarisasi): Mangan dioksida ( MnO2 )
7. Beda Potensial yang dihasilkan: 1,5 volt



C. Elemen Daniell

1. Penemu: John Daniell ( 1790-1845 )
2. Elektroda Positif : silinder tembaga ( Cu ) dalam larutan sulfat tembaga ( CuSO4 )
3. Elektroda negatif : batang seng ( Zn ) dalam larutan seng sulfat  ( ZnSO4 )
4. Arus Listrik: dari tembaga menuju seng
5. Beda Potensial yang dihasilkan: 1,1 volt



D. Elemen Kering (batu baterai)

1. Penemu: Alessandro Volta
2. Elektroda Positif : batang karbon ( C ), letak ditengah, bagian atas ditutup    kuningan.  
3. Elektroda negatif : seng ( Zn ), dibagian luar
4. Larutan Elektrolit: Amonium Klorida ( NH4Cl )
5. Arus Listrik: dari karbon menuju seng
6. Depolarisator: Mangan Dioksida ( MnO2 )
7. Beda Potensial yang dihasilkan: 1,5 volt



II.Elemen Sekunder: dapat digunakan terus-menerus dengan diisi ulang

A. Aki (Akumulator)

1. Kutub Positif: lempeng timbal dioksida (PbO2)
2. Kutub Negatif: lempeng timbal (Pb)
3. Larutan Elektrolit: asam sulfat (H2SO4)
4. Aki digunakan: timbal (-) dan timbal dioksida (+) bereaksi dengan asam sulfat menjadi timbal sulfat.
5. Aki diisi: timbal sulfat berubah menjadi timbal (-) dan timbal dioksida ( + ).
6. Beda potensial yang dihasilkan: 2 volt tiap satu pasang sel.



B. Baterai Isi Ulang
(1) Baterai isi ulang Nikel-Kadmium (Ni-Cd)

1. Kutub positif: Nikel Hidroksida (Ni(OH)2)
2. Kutub negatif: Kadmium Hidroksida ( Cd (OH)2 )
3. Larutan Elektrolit: Potasium Hidroksida ( KOH )
4. Arus Listrik: dari Nikel Hidroksida ke Kadmium Hidroksida.
5. Beda Potensial yang dihasilkan: 1,25 volt
6. Digunakan pada: kamera digital, radio, laptop,bor listrik.



(2) Baterai isi ulang Nikel-Metal Hidrat ( Ni-MH )

1. Kutub positif: Metal Hidrat ( MH )
2. Kutub negatif: Nikel Oksi Hidroksida ( Ni O (OH) )
3. Larutan Elektrolit: Potasium Hidroksida ( KOH )
4. Arus Listrik: dari Metal Hidrat ke Nikel Oksi Hidroksida.
5. Beda Potensial yang dihasilkan: 1,4 volt
6. Digunakan pada: HP, kamera digital, laptop,bor listrik.


(3) Baterai isi ulang Lithium-Ion

1. Kutub positif: Lithium-Metal Oksida ( LiMn2O4 )
2. Kutub negative: lithium ( Li )
3. Larutan Elektrolit: Lithium Perklorat ( Li Cl O4 )
4. Arus Listrik: dari Lithium-Metal Oksida ke lithium ( Li )
5. Beda Potensial yang dihasilkan: 3.7 volt
6. Digunakan pada: HP, radio, laptop.



Sumber:
Budi Prasodjo, dkk.2007. IPA Terpadu 3A. Bogor: Yudhistira
Gambar dari Google Images
http://semi-yanto.blogspot.com/2011/07/sumber-arus-listrik.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar