Rabu, 16 Januari 2013

Hari yang Melelahkan


Drama

Hari yang Melelahkan

            Di siang hari, Rifka dan teman-temannya pulang sekolah lebih pagi dari biasanya. Karena Rifka dan Sonia akan les, sedangkan waktu di mulainya les masih lama, mereka memutuskan untuk bermain kerumah temannya.
Sonia   : “Rif, panas bangetya? “
Rifka    : “Iya nih ,Son. Panas banget. Apalagi lesnya masih jam 3, ini aja baru jam 12.”   (melirik jam tangan)
Sonia   : “Iya, masak kita di sini terus nungguin sampai jam 3, capek deh.”(diam sejenak)
                        “ Bagaimana kalau kita main kerumah Dina Dini? “
Rifka    : “OK. Tapi aku nggak tau rumahnya.”
Sonia   :”Aku Tanya lewat SMS aja deh.(memegang HP)
(diam sejenak)
Rifka    : “Sudah dibalas ?”
Sonia   : “Sudah nih, ini alamatnya.”(menunjukkan HP) ”Ayo kita ke sana!”
Rifka    : “Ayo.”
           
            Kemudian mereka menuju ke rumah Dina Dini menggunakan sepeda, setelah sampai di sana mereka di persilahkan masuk dan di beri minuman.
Sonia   : “Nggak usah repot-repot, Din.”
Rifka    : ”Iya, Din. Jadi nggak enak, kalau kurang boleh nambah ya?”
Dina    : “Iya-iya, boleh kok.”
Rifka    : “Hehe, bercanda hlo, Din. Ngomong-ngomong Dini kemana?”
Dina    : “Itu baru di belakang, bentar lagi paling ke sini.”
Dini     : (datang) “hayo, pada ngomongin aku ya?”
Sonia   : “Hehe, kalo iya kenapa?” (bercanda)
Dini     : “Ya nggak papa sih, hehe.”
Rifka    : (membisiki Sonia) “Son, aku lapar, dari tadi belum makan. Aku pinjem HP mu ya, buat SMS ibu ku suruh nganterin makan? “
Sonia   : “Boleh nih.” (memberikan HP)
Dini     : “Kenapa, Rif?”
Rifka    : “Nggak papa kok, ini mau SMS ibuku.”
Dini     : “Ouh.”
Dina    : “Eh itu dimakan snacknya!”
Sonia   : “Iya makasih, maaf ngrepotin.”
Dina    : “Halah, nggak papa, sekali-kali.”
Rifka    : “Son, aku disuruh ibu ku makan di rumahnya kakak ku.”
Sonia   : “Ya sudah, mau ke sana sekarang? “
Rifka    : “Iya, tapi nggak enak sama Dina Dini.”
Dini     : “Iya nggak papa, lain kali ke sini lagi.”
Sonia   : “Ya sudah, kami pergi dulu ya?”
Rifka    : “Makasih ya, Assalamu’alaikum?”
Dina    : “Wa’alaikumsalam.”

            Rifka dan Sonia berangkat ke rumah kakak Rifka.Tiba-tiba…
Rifka    : “Yah, kok bocor sih ?”
Sonia   : “Ban mu bocor, Rif ?”
Rifka    : “Iya nih.”
Sonia   : “Trus gimana dong?”
Rifka    : “Ya sudah kita jalan kaki dulu, sambil nyari tambal ban.”
Sonia   : “Ya sudah, yuk.”
            (melanjutkan jalan)
Sonia   : “Eh Rif, itu ada tambal ban.”
Rifka    : “Iya, kita ke sana yuk. “
Tukang : “Ada apa, Dek?”
Rifka    : “Tambal ban, Pak.”
Tukang : “Yasudah sini. Duduk dulu, Dek!”
Sonia   : “Lama nggak, Pak?”
Tukang : “Ya lumayan lama.”
Sonia   : “Ya sudah, Pak.”
               “Jam berapa, Rif ?”
Rifka    : “Jam satu. Pasti sudah ditunggu kakak ku nih. Kenapa harus bocor sih?”
Sonia   : ”Ya sudah, nggak papa, Rif.”
            (tak lama kemudian)
Tukang : “Ini ,Dek. Sudah selesai.”
Rifka    : “Berapa, Pak ?”
Tukang : “ 4000.”
Rifka    : “Ini, Pak .” (memberikan uang)

            Mereka melanjutkan perjalanan ke rumah kakak Rifka. Akhirnya mereka sampai di rumah kakak Rifka.
Rifka    : “Assalamu’alaikum. Mbaakk?”
Kakak  : “Wa’alaikumsalam, ayo masuk, sudah ku tunggu dari tadi.”
Rifka    : “Tadi ban ku bocor.”
Kakak  : “Hla terus sekarang gimana?”
Rifka    : “sudah ditambal dong.”
Kakak  : “Ya sudah, makan sana, ambil sendiri di dapur ya!”
Rifka    : “Iya, Mbak.”
              “Ayo, Son.”
Sonia   : “Yuk.”

            Seusai makan, mereka berpamitan kepada kakak Rifka dan melanjutkan perjalanan ketempat les mereka.Di tempat les mereka, mereka berkegiatan seperti biasanya. Akhirnya hari yang melelahkan itu pun usai, dan mereka dapat beristirahat kembali setelah mereka pulang dari les.


-selesai-

Karya : Rifka Seruni Hapsari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar